Ibnul Jauzi rahimahullah berkata; Iblis menipu sebagian orang dengan menjadikan mereka menganggap bagus berpuasa secara terus-menerus. Sejatinya ini boleh dilakukan selama tidak berpuasa di hari-hari yang terlarang berpuasa. Hanya saja, hal tersebut tetap mengandung kerusakan jika dilihat dari dua sisi.
Pertama, puasa seperti ini dapat melemahkan badan. Akibatnya, dia tidak kuat bekerja menafkahi keluarga dan tidak dapat memenuhi kebutuhan batin istrinya. Terdapat riwayat dalam ash-Shahihain, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Sungguh istrimu mempunyai hak yang wajib kamu tunaikan.” Maka, berapa banyak kewajiban syariat yang luput akibat amalan sunnah ini?
Kedua, dia akan kehilangan keutamaan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam hadits shahih: “Sebaik-baik puasa adalah puasa Nabi Dawud Beliau terbiasa berpuasa satu hari dan berbuka satu hari,” (HR Bukhari dan Muslim)
[Sumber: Talbis Iblis, terjemahan, diterbitkan Pustaka Imam Syafi’i, cetakan keempat, Rajab 1440 H/Maret 2019, hlm. 155]
Tinggalkan Balasan