Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah berkata,
الأنْ أُخَلِفَ عَشْرَةَ آلاف درهم يُحَاسِبُنِي اللهُ عليها أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَحْتَاجُ إِلَى النَّاسِ
Meninggalkan 10.000 dirham yang akan dihisab Allah, itu lebih aku cintai daripada aku memiliki perasaan butuh kepada manusia.
Penjelasan:
Harta pada zaman dulu tidak disukai, bahkan dibenci. Namun pada saat ini, harta adalah perisai orang mukmin.
Sufyan ats-Tsauri pernah ditanya tentang sesuatu saat dia hendak membeli keperluan. Dia pun menjawab, “Biarkan aku dulu yang membeli karena sekarang hatiku sedang mengurus uang.”
Seorang lelaki melihat Sufyan ats-Tsauri dengan beberapa banyak uang di tangannya. Dia pun berkata, “Wahai Abu Abdillah, orang sepertimu memegang uang?”
Sufyan menjawab, “Diam! Kalau orang seperti aku tidak memegang uang, niscaya para penguasa akan menjadikan kami tisu untuk membersihkan kotoran mereka.”
[Sumber: Siyar A’laam an-Nubalaa, jilid 7, hlm. 241]
Tinggalkan Balasan