Suatu ketika seorang laki-laki berkata kepada Imam Junaid, “Zaman sekarang saudara-saudaraku telah acuh. Siapa yang aku jadikan akhi fillah (saudara karena Allah)?”
Imam Junaid tidak meresponnya, yang mengakibatkan laki-laki itu mengulang perkataannya sebanyak tiga kali. Ketika laki-laki itu semakin banyak mengulang perkataannya, Imam Junaid pun berkata kepadanya, “Jika kamu menginginkan seorang saudara, penuhilah beban hidupmu sendiri dan biarkan saudaramu menanggung gunjinganmu. Demi umurku, hal seperti ini sungguh ringan. Namun, jika kamu menginginkan saudara seagama, tanggunglah beban hidup mereka dan bersabarlah atas gunjingan mereka. Aku punya satu jamaah yang bisa aku kenalkan kepadamu.” Akhirnya lelaki itu terdiam.
[Sumber: Ihya’ Ulumuddin, jilid 2, hlm. 281, Penerbit Dar al-Khair]
Tinggalkan Balasan