quote para ulama, penggugah pikiran dan kesadaran

Kisah tentang Kejujuran

Abû Bakar al-Zaqqâq

Nama lengkapnya, Ahmad bin Nashr al-Zaqqaq Nama panggilannya, Abû Bakar. Ia Syekh terkemuka di Mesir. Ia semasa dengan Imam Junaid, dan salah seorang sufi yang disebut dalam kitab al-Risalah. Orang-orang fakir dari kalangan sufi berdatangan negeri Mesir untuk mengunjunginya.

Ketika ia wafat, al-Kattâni berkata, “Sekarang, tak ada lagi alasan kaum fakir itu untuk mengunjungi Mesir. Karena mereka itu memasuki negeri Mesir bukan untuk mencari rezeki, bukan untuk mendapat harga-harga murah, melainkan hanya untuk mengunjungi Syekh. la wafat di Mesir tahun 291 H.

Kisahnya…

Hari itu, Abû Bakar al-Zaqqaq sedang duduk di depan pintu ribâth-nya (asrama tempat murid-muridnya menginap). Tiba-tiba seorang pemuda datang terburu-buru dan berkata, “Aku mohon perlindungan kepadamu, Tuanku”. Abû Bakar al-Zaqqâq berkata, “Masuklah.” 

Ketika pemuda itu memasuki pondok, beberapa polisi datang memburunya. Mereka bertanya kepada Syekh Abû Bakar, Syekh menjawab, “Dia masuk asrama.” 

Ketika pemuda itu mendengar jawaban Syekh, dia tambah ketakutan. Dia memanjat dinding pagar dan keluar dari asrama itu. Ketika para polisi itu masuk asrama, mereka tidak menemukannya. Mereka keluar dan berkata, “Ya Syekh, kami tidak menjumpai siapa pun.” Lalu pergilah mereka.

Pemuda itu lalu menemui Syekh dan berkata, “Tuanku, aku berlindung padamu tapi engkau malah menunjukkan posisiku?”

“Anakku, kalau bukan karena kejujuran, engkau tak bakal selamat,” ujar Syekh meyakinkan.

[Sumber: Raf’ A’lâm al-Nashr bi-Dzikr Auliyâ’ Mishr, karya Muhammad Khâlid Tsâbit, hlm. 49]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *