Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata:
كُلُّ يَوْمٍ لَا يُعْصَى اللهُ فِيْهِ فَهُوَ عَيْدٌ، وَكُلُّ يَوْمٍ يَقْطَعُهُ الْمُؤْمِنُ فِيْ طَاعَةِ مَوْلَاهُ وَذِكْرِهِ وَشُكْرِهِ فَهُوَ لَهُ عَيْدٌ
“Setiap hari (yang) tidak ada kedurhakaan (kepada) Allah (di dalamnya) maka hari itu adalah ‘ied (hari raya), dan setiap hari dimana seorang mukmin (tetap berada) dalam ketaatan (kepada) Penolongnya (yakni Allah) dan berdzikir kepada-Nya serta bersyukur kepada-Nya maka hari itu baginya adalah ‘ied (hari raya).”
[Sumber: al-Lathaif, hlm. 465]
Tinggalkan Balasan