Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
“مَا أحسنَ الحسنةَ بعدَ الحسنةِ، وأقبحَ السيئةَ بعدَ الحسنةِ…
مَا أوحشَ ذُلَّ المعصيةِ بعدَ عزِّ الطاعةِ,
ارحمُوا عزيزَ قومٍ بالمعاصِي ذلَّ…سلوْا اللهَ الثباتَ إلَى المماتِ، وتعوّذُوا منَ الحورِ بعدَ الكورِ،”
“Alangkah bagusnya kebaikan yang datang setelah kebaikan dan alangkah buruknya kejelekan yang datang setelah kebaikan. Sungguh alangkah asing kerendahan maksiat yang datang setelah kemuliaan ketaatan. Kasihanilah orang mulia suatu kaum yang menjadi hina karena kemaksiatan. Mintalah kekokohan sampai akhir hayat dan berlindunglah kalian dari kekurangan setelah kesempurnaan.”
Imam Ahmad rahimahullah berdoa dan mengatakan,
اللهمَّ أعزَّنِي بطاعتِكَ وَلَا تُذلَّنِي بمعصيتِكَ
“Ya Allah muliakanlah aku dengan ketaatanku kepada-Mu dan janganlah engkau hinakan aku karena kemaksiatanku kepadamu.”
[Sumber: Lathaiful Ma’arif, hlm. 76]
Tinggalkan Balasan