quote para ulama, penggugah pikiran dan kesadaran

Amal Shalih adalah Buah Tauhid

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah ketika menjelaskan ayat dari firman Allah subhanahu wa ta’ala:

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (٢٤) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الأمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ 

“Tidakkah engkau perhatikan bagaimana Allah membuat permisalan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya kokoh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya di setiap musim dengan izin Rabb-nya. Allah membuat permisalan untuk manusia supaya mereka mengingat (mengambil pelajaran).” (QS Ibrahim [14]: 24-25)

Belaiu memberikan pendapatnya sebagai berikut:

فشبه سبحانه الكلمة الطيبة بالشجرة الطيبة لأن الكلمة الطيبة تثمر العمل الصالح و الشجرة الطيبة تثمر الثمر النافع. 

و هذا ظاهر على قول جمهور المفسرين الذين يقولون : الكلمة الطيبة هي شهادة أن لا إله إلا الله. فإنها تثمر جميع الأعمال الصالحة الظاهرة و الباطنة، فكل عمل صالح يرضي الله ثمرة هذه الكلمة.

“Allah menyerupakan kalimat thayyibah (baik) dengan pohon yang baik. Sebab, kalimat thayyibah membuahkan amal saleh, sebagaimana pohon yang baik menghasilkan buah yang bermanfaat. Makna inilah yang tampak jelas menurut penafsiran mayoritas ahli tafsir yang berpendapat bahwa kalimat thayyibah adalah syahadat laa ilaha illallah. Kalimat ini membuahkan seluruh amal saleh, lahir maupun batin. Seluruh amal saleh yang membuat Allah ridha adalah buah dari kalimat ini.”

[Sumber: I’lamul Muwaqqi’in, jilid 1, hlm. 244]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *