quote para ulama, penggugah pikiran dan kesadaran

Hakikat Musibah

Abdullah bin Sulaiman rahimahullāh berkata:

“لَيْسَتْ الْمُصِيبَةُ أَنْ يُصَابَ الْإِنْسَانُ بِنَفْسِهِ أَوْ مَالِهِ أَوْ وَلَدِهِ، وَإِنَّمَا الْمُصِيبَةُ الْعَظِيمَةُ، وَالْكَسْرُ الَّذِي لَا يَنْجَبِرُ، أَنْ يُصَابَ الْإِنْسَانُ بِدِينِهِ، فَيَحِلُّ الشَّكُّ مَحَلَّ الْيَقِينِ، فَيَرَى الْبَاطِلُ حَقًّا، وَالْحَقُّ بَاطِلًا، وَالْمَعْرُوفُ مُنْكَرًا، وَالْمُنْكَرُ مَعْرُوفًا.”

“Bukanlah musibah itu apa yang menimpa jiwa seseorang ataupun hartanya ataupun anaknya. Tidak lain musibah yang besar dan keretakan yang tidak bisa ditambal adalah apa yang menimpa agamanya, sehingga diapun ditimpa keraguan setelah keyakinannya, melihat kebathilan sebagai kebenaran dan kebenaran sebagai kebathilan, memandang perkara yang ma’ruf sebagai kemungkaran dan kemungkaran sebagai perkara yang ma’ruf.”

[Sumber: ad-Durarus Saniyyah, jilid 15, hlm. 466]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *