quote para ulama, penggugah pikiran dan kesadaran

Tidak Meninggalkan Kebiasaan Ibadah Walau di Hadapan Manusia

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻟﻪ ﻭﺭﺩ ﻣﺸﺮﻭﻉ ﻣﻦ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻀﺤﻰ ﺃﻭ ﻗﻴﺎﻡ ﻟﻴﻞ ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺼﻠﻴﻪ ﺣﻴﺚ ﻛﺎﻥ ﻭﻻ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻪ ﺃﻥ ﻳﺪﻉ ﻭﺭﺩﻩ ﺍﻟﻤﺸﺮﻭﻉ ﻷﺟﻞ ﻛﻮﻧﻪ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﺫﺍ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻗﻠﺒﻪ ﺃﻧﻪ ﻳﻔﻌﻠﻪ ﺳﺮﺍ ﻟﻠﻪ ﻣﻊ ﺍﺟﺘﻬﺎﺩﻩ ﻓﻲ ﺳﻼﻣﺘﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﻳﺎﺀ ﻭﻣﻔﺴﺪﺍﺕ ﺍﻹﺧﻼﺹ ؛

“Barang siapa yang memiliki kebiasaan ibadah yang disyariatkan seperti shalat dhuha, shalat malam, dan yang lainnya, maka hendaknya ia tetap mengerjakannya di mana pun ia berada. Hendaknya ia tidak meninggalkan kebiasaan ibadahnya tersebut hanya karena dia sedang berada di hadapan manusia jika Allah telah mengetahui dari isi hatinya bahwasanya ia (biasanya) telah melakukan ibadah-ibadah tersebut secara sirr (bersendirian dan sembunyi-sembunyi) karena Allah dan kesungguhannya untuk membersihkan hatinya dari penyakit riya’ dan penyakit-penyakit lain yang bisa merusak keikhlasannya.

Itu sebabnya, Syaikh Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah pernah berkata:

ﺗَﺮْﻙُ ﺍﻟْﻌَﻤَﻞِ ﻟِﺄَﺟْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺭِﻳَﺎﺀٌ، ﻭَﺍﻟْﻌَﻤَﻞُ ﻟِﺄَﺟْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺷِﺮْﻙٌ

“Meninggalkan amalan karena manusia adalah riyaa’, dan beramal karena manusia adalah kesyirikan”

[Sumber: Majmu’ Fatawa libni Taimiyah, juz 23, hlm. 174]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *