Al-Imam asy-Syaukany rahimahullah berkata,
الرُّجُوعُ إِلَى الْحَقِّ يُوجِبُ لَهُ مِنَ الْجَلَالَةِ وَالنَّبَالَةِ وَحُسْنِ الثَّنَاءِ مَا لَا يَكُونُ فِي تَصْمِيمِهِ عَلَى الْبَاطِلِ. بَلْ لَيْسَ فِي التَّصْمِيمِ عَلَى الْبَاطِلِ إِلَّا مَحْضُ النَّقْصِ لَهُ وَالْإِزْرَاءِ عَلَيْهِ وَالِاسْتِصْغَارِ لِشَأْنِهِ، فَإِنَّ مَنْهَجَ الْحَقِّ وَاضِحُ الْمَنَارِ
“Kembali kepada kebenaran akan mendatangkan kemuliaan, kehormatan, dan pujian yang baik yang semua ini tidak akan didapatkan pada sikap terus-menerus di atas kebatilan. Bahkan pada sikap terus-menerus di atas kebatilan hanya akan mengakibatkan kerendahan, kehinaan, dan dipandang tidak berharga. Sebab, sesungguhnya manhaj yang benar itu sangat jelas cahayanya.”
[Sumber: Adabuth Thalab, hlm. 80]
Tinggalkan Balasan