quote para ulama, penggugah pikiran dan kesadaran

Kebahagiaan adalah dengan Mengikuti Petunjuk Nabi

Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah mengatakan,

وَإِذَا كَانَتْ سَعَادَةُ الْعَبْدِ فِي الدَّارَيْنِ مُعَلّقَةً بِهَدْيِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَيَجِبُ عَلَى كُلِّ مَنْ نَصَحَ نَفْسَهُ وَأَحَبّ نَجَاتِهَا وَسَعَادَتَهَا أَنْ يَعْرِفَ مِنْ هَدْيِهِ وَسِيرَتِهِ وَشَأْنِهِ مَا يَخْرُجُ بِهِ عَنِ الْجَاهِلِينَ بِهِ وَيَدْخُلُ بِهِ فِي عِدَادِ أَتْبَاعِهِ وَشِيعَ وَحِزْبُهُ

“Ketika kebahagiaan seorang hamba di dua negeri (dunia dan akhirat) tergantung pada petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadi suatu kewajiban atas setiap orang yang mengharap kebaikan untuk dirinya dan mencintai keselamatan dan kebahagiaan jiwanya untuk mengenal petunjuk Nabi dan perjalanan hidupnya serta bimbingannya. Dengan begitu, dia bisa keluar dari golongan orang yang tidak peduli dan tidak mengenal beliau. Dengan itu pula, dia termasuk pengikut Nabi dan golongan beliau.” 

وَالنَّاسُ فِي هَذَا بَيْنَ مُسْتَقِلٍّ وَمُسْتَكْثَرٍ وَمَحْرُومٍ، وَالْفَضْلُ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاَللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Dalam hal ini, manusia terbagi tiga macam. Ada yang mendapatkan bagian yang sedikt. Ada pula yang mendapatkan bagian banyak. Namun, ada juga yang tidak mendapatkan bagian sedikit pun. Keutamaan ada di tangan Allah. Dia berikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki. Allah lah Sang Pemilik keutamaan yang besar. 

[Sumber: Zadul Ma’ad Fii Hadyi Khairil ‘Ibaad, jilid 1, hlm. 68]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *